BRMP Bali Dukung Penguatan Modernisasi Pertanian di Kabupaten Badung
Badung — Pemerintah Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyerahan bantuan sarana pertanian kepada Subak se-Kabupaten Badung. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Wantilan Balai Subak Blahkiuh, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Badung, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Badung, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung beserta seluruh kepala bidang dan jajaran, Kepala BRMP Bali, Polres Badung, Camat Abiansemal, perwakilan PT Jasindo dan SHS, Ketua Majelis Madya dan Majelis Alit Subak Kabupaten Badung, serta seluruh pekaseh se-Kabupaten Badung.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Badung untuk terus hadir membantu petani, baik melalui dukungan kebijakan maupun penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung menyerahkan berbagai bantuan strategis, di antaranya dukungan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan seluas 6.400 hektare dengan premi sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Selain itu, diberikan subsidi benih padi untuk dua kali musim tanam dengan nilai Rp12.000 per kilogram, yang pada tahun 2026 direncanakan meningkat menjadi Rp14.000 per kilogram.
Pemkab Badung juga menyerahkan benih durian sebagai bagian dari pengembangan komoditas durian di wilayah Badung Utara, khususnya untuk Banjar Peningkit. Menyikapi meningkatnya serangan hama tikus, pemerintah turut menyerahkan mesin pemotong rumput sebanyak dua unit per subak guna mendukung kebersihan dan pengelolaan lahan pertanian.
Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, mewakili para petani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Badung atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pertanian di Badung membutuhkan langkah modernisasi agar tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan zaman.
Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi fokus utama program pembangunan daerah. Sejumlah program prioritas disampaikan, antara lain pemberian beasiswa pendidikan jenjang S1 yang diprioritaskan bagi anak petani, bantuan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga bagi masyarakat Badung menjelang hari raya, serta berbagai bentuk insentif lain bagi petani.
Bupati juga mendorong percepatan modernisasi pertanian di Badung. Ia meminta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan untuk melakukan pemetaan kebutuhan modernisasi secara komprehensif, sekaligus memastikan bahwa petani dibekali kemampuan mengoperasionalkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diberikan. Selain itu, Bupati menekankan pentingnya perencanaan berbasis neraca pangan dan menginstruksikan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun bagi para pekaseh.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyampaikan bahwa produktivitas tenaga kerja pertanian di Provinsi Bali saat ini masih berada pada peringkat ke-26 secara nasional. Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing sektor pertanian Bali ke depan.